* 4. Kencan Syair

Tampaknya kuasa Tuhan  sedang asyik bercengkrama. Beramai ramai mengunjungi kawasan Munich jumat pagi ini. Rintikannnya begitu memberontak , merayu, mengelus elus selimut peradaban.

Hmm,,Manusia masih berada dalam istana ranjangnya, enggan mengangkat kaki menuju peraduan nasib. 6 April ini, serasa begitu kelabu,aroma tak sedap dari batang hidung awan mendung di langit merdeka sana tercium teramat mesra

Haus akan jeritan lahar dingin, bumi ini seakan lenyap dihiasi percikan air. Menjerit , berteriak , Horee, akhirnya aku disinggahi kembali

Bumi berseri mengombang ambingkan daun telinganya, hinggap lah sang Mega Kicau di setiap sudutnya, lantunan suara merdu kian menjadi, berayun ayun memanggil Lautan Manusia di setiap penjuru Kota

Sayang, tak ada warung kopi disana, dengan siapa harus bergurau ?? Bisikkan percikannya masih teramat liar, terpaksa teman akrab kali ini dengannya, menunggu Siang kan datang,

%d blogger menyukai ini: