* Wandern di Germany-Rotwandberg-München

Ok, Antum sekalian,,finally dapat cerita dan pengalaman baru nih dari sang Anak Muda di dalam kisah pengembaraanya di negeri orang, benar benar Wunderbar untuk yang satu ini ..untuk memanjakkan Antum sekalian sebelum membaca artikel singkat ini, saya selipkan slideshow view view Indah selama Wanderung kali ini selamat menyaksikan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Persiapan Mendaki @Dülferstrasse

5 Mei 2012 begitu sangat bersejarah bagi saya, karena seharian melakukan pendakian yang cukup melelahkan dan benar benar membuat takjub saat melihat begitu hebat dan luar biasanya kuasa Tuhan atas apa yang Ia ciptakan, menjadi bagian dari tadabur alam untuk para Ikhwan pengelana Sudra PM3.

zum ersten Mal, untuk pertama kalinya, saya Wandern or Hike di Jerman, dan memang sebelumnya belum pernah total mendaki gunung di Indonesia, itupun hanya sekedar menjelajahi lereng dan bukit kecil saja.

Dan wow,Super,, I’m really an adventurer now, harus saya katakan menakjubkan, Rotwandberg Alpen Bavaria menjadi saksi bisu dakian kami.

untuk Hiking kali ini memang sudah seminggu lalu direncanakan, tapi karena melihat cuaca dan kondisi yang kurang memungkinkan akhirnya kita sepakat untuk hari ini saja. Ya meskipun, Menurut ramalam cuaca  suhu udara masih dingin dan belum stabil, pagi dan siangnya cukup cerah, tapi secara keseluruhan tidak ada masalah untuk pendakian sebenarnya,

Semuanya sudah siap untuk berangkat, pak Arif, pak Syaiful, pak Elka, dan Kang Dian serta paling buncit saya, pukul 08:10 berangkat menuju Schliersee dengan menaiki kereta BOB. rupanya kami tidak mau berlama lama bersama BOB , karena hanya  menempuh 1 Jam an untuk sampai kesana

@Schliersee Bahnhof 

Ok, sesampainya di stasiun tujuan, untuk menuju ke daerah Spitzingsee, dimana tempat pendakian ke Rotwand berada. Dengan menggunakan Bis menempuh waktu tidak cukup lama dan membuat kami tak sabar untuk sesegera memulai pendakian. Ternyata banyak juga hari ini segerombolan para pendaki selain kami, mungkin karena weekend jadi agak lumayan padat, ditengah tengah perjalanan kami sungguh disuguhkan oleh pemandangan panorama alam yang amat cantik dan mempesona, Kuasa Tuhan memang tidak akan pernah ada yang siap menyanggupi untuk menandinginya, begitu sempurna . rupanya aroma Rotwandberg sudah tercium dari kejauhan, nampak bukit bukit kecil, aliran sungai sepanjangnya, Subhanallah.

Nah, tugas bis yang mengantarkan kami menuju Spitzingsee sudah selesai, sesaat keluar dari Bis kami benar benar dijamu lagi oleh See yang amat indah, Danau Spitzing sesuai nama daerahnya., arinya jernih, tenang menghanyutkan, udaranya segar, area di sekitar Danau dihiasi oleh bentangan bukit bukti kecil, cocok untuk nuansa melepas lelah bersama keluarga.

@Spitzingsee

Ok, ini sudah menjadi kebiasaan bahkan tradisi bisa dibilang, kurang afdol kata orangbilang,jika tidak membawa Kamera saat bepergian ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi, apalagi tempatnya Indah, sayang kalau terlewatkanb tidak ada bukti untuk dibawa pulang selain ingatan dan pengalaman saja.

Jepretan pertama dengan Lensa Pentrax pak Elka cukup bagus, tak mau kalah keluar juga jurus si Samsung 14,1 Megapixel milik sang Anak Muda hehe dengan latar belakang Danau Spritzing yang amat cantik, ketagihan untuk beberapa kali melakukan jepretan sebelum kami memulai pendakian.

@Dari Kanan, Kang Dian, Imam, Pak Syaiful, Pak Arif,

fotografer by pak Elka

Menurut informasi, katanya untuk sampai ke Rotwand dengan ketinggian 1884 M, memerlukan jarak tempuh 3 Jam, itupun dengan pendakian normal. 1,5 jam sampai ke Taubensteinhaus dan sisanya sampai ke puncak Rotwand. Hmm,, karena kita agak sedikit khawatir dengan kondisi badan, apalagi ini pendakian pertama, dan memang cuaca terlihat kurang bersahabat semakin siangnya, akhirnya kita mencari alternatif lain dengan menggunakan kereta gantung yang sudah stand by rupanya di Spitzingsee.Kereta gantung ini mengangkut kita sampai menuju ke Taubensteinhaus. Lumayan lah, meskipun mengeluarkan kocek 18 Euro untuk pulang pergi tapi setidaknya menghemat waktu.

@Kereta Gantung ke Taubsteinhaus dari Spitzingsee

Sip, Taubensteinhaus, rupanya ini tempat persinggahan sekalian melepas lelah bagi para pendaki untuk melanjutkan ke medan terakhir menuju Rotwand. Tempatnya nyaman, pas, unik dengan design rumah kayu dan bambu serta area permainan untuk anak. Hmm,, rupanya kita serempak untuk tidak berlama lama istirahat di tempat ini, langsung saja dengan kekuatan Bismillah kami memulai pendakian.

@Taubsteinhaus

Medan pertama cukup menantang dengan lereng lereng yang agak terjal. Satu yang sangat mengejutkan ternyata masih banyak Salju disana sini. Kami kira sudah habis karena sudah masuk Spring awal Mei ini, alhasil jalannya agak hati hati dan lambat karena licin,apalagi saya tidak bawa tongkat pendakian yang multi pakai baik di salju atau tanah. Untungnya saya masih bisa menyesuaikan

Tapi lain lagi dengan Reiseleiter kita, ketua rombongan kang Dian sepertinya terlihat semangat dan mendakinya normal normal saja,  mungkin karena sudah terbiasa untuk kang Dian, sementara pak Arif si Boss gak mau kalah malah lebih kenceng duluan naik, keteteran akhirnya pak Elka, saya dan pak Syaiful. Tapi karena kuatnya kebersamaan, kita saling tunggu dan saling bantu satu sama lain.

@Medan Tempur Tahap Awal, ternyata masih banyak Salju

Ok, pastinya dengan tantangan yang semakin menjadi, medan medan berikutnya mulai menghadang dengan variasi lereng yang semakin curam. Ada medan yang sama sekali tidak ada pegangan di sampingnya jadi hanya sebatas jalan, padahal di sebelah kiri kanannya lembah/jurang. Ada juga saljunya yang sudah semakin menipis, jadi memang benar benar mesti hati hati sekali kami mendaki.

Di tengah pendakian kami sempat bertemu dengan rekan rekan pendaki lain juga. Mereka rupanya sudah terbiasa dan sedikit melempar senyum karena mungkin melihat kami terlalu lambat. Hehe

@ Pendaki Dari Rombongan Lain

Alhamdulillah, kami menemukan tempat yang cocok untuk istirahat sebentar. Rupanya si Boss pak Arif yang dari tadi duluan sampai sudah melahap makanan ringannya dengan santai, kita yang baru datang malah ngos ngosan. Hehhe. Tak ketinggalan untuk mengabadikan Moment, Jepretan kamera lagi, view nya cantik juga. Sungguh luar biasa disekeliling kami bukit bukit begitu amat berdempetan , seperti membuat ikatan persahabatan. Menakjubkan, semakin meyakinkan kami, bahwa Ini adalah tanda kebesaran Tuhan yang tidak ada satupun yang bisa menyerupai kuasa-Nya

@Tempat Istirahat Melepas Lelah

Ah ja ternyata dari tempat istirahat kami ini,rupanya puncak Rotwand sudah kelihatan. Selain itu kita juga sudah masuk ke perbatasan Jerman-Austria. Ausgezeichnet- Excellent. Dilanjut saja pendakiannya. Seperti sebelum sebelumnya, kami masih disuguhi medan yang cukup berbahaya. Pegang ranting ranting pohon yang ada. Tebingnya cukup melawan adrenalin juga. Panorama alam semakin mendekati puncak Rotwand semakin Indah.

@Panorama Alam yang Begitu Indah

Namun rupanya cuaca semakin siang nampaknya kurang bersahabat, agaknya akan turun hujan. Tapi kami putuskan untuk melanjutkan pendakian saja, siapa tahu membaik, karena tanggung padahal tinggal kurang lebih sepertiganya lagi menuju puncak tertinggi.

Namun sayang, awan semakin mendung, sementara fisik masih tetap prima sebenarnya, tapi apa mau dikata, Allah menakdirkan lain mungkin puncak Rotwand belum harus ditaklukkan. Dan akhirnya terpaksa kami harus balik lagi di penghujung pendakian.

@Allah Menunjukkan Ciptaannya yang Amat Sempurna

Kami sepakat sebelum turun ke Taubensteinhaus menyempatkan lagi ke tempat peristirahatan sebelumnya untuk makan siang.Membuka bekal yang dibawa, cukup membuat perut kenyang juga, Alhamdulillah kami bisa diberi nikmat dikelilingi bukti kebesaran Allah.

@Istirahat untuk Makan Siang

Selepas makan siang dan nampaknya cuaca semakin menjadi, kami lanjutkan segera turun gunungnya.Dengan menyusuri bekas jejak dakian sebelumnya, dan nampaknya harus lebih waspada daripada mendaki. Dimana saljunya semakin licin ditambah melihat langsung jurang jurang disamping kita. Medan demi Medan kami lalui dengan lambat tapi pasti, alhamdulillah akhirnya tiba juga di Taubensteinhaus. Dan memang keputusan kita untuk tidak melanjutkan pendakian sangat tepat, sesampai disana hujan mulai turun dengan angin yang cukup kencang.

Kami terpaksa menunggu kereta gantung yang sempat di off  kan juga, karena melihat cuaca kurang baik. Gewittrig dan Neblig, berguntur dan berkabut. Sembari melepas lelah pastinya , meskipun menunggu beberapa jam sampai Skilift nya di On kan lagi. Meluncurlah kami ke Spitzingsee dan memutuskan untuk mengakhiri pendakian kali ini. Disambung menaiki Bis menuju Schliersee Bahnhof yang mengatarkan kami menuju peraduan nasib di München sana.

Cukup kiranya untuk wanderung-hiking perdana bagi saya di Jerman ini bersama Para Pengelana Sudra PM3 , meskipun ya Rotwand belum sampai ditaklukan, tapi setidaknya cukup untuk memanjakkan kaki di area pegunungan lereng Alpen Bavaria ini. Cukup menguras tenaga dan semangat untuk menyeimbangkan antara kesehatan dan pencerahan alam.

Mengingat dan menyimpulkan suatu keharusan bagi kita sebagai Insan yang hidup tidak hanya menjalani aktifitas keseharian berhubungan dengan manusia saja- Habluminannas- tapi perlu kita sadari bahwa Alam juga merupakan poin penting dari segi kehidupan dan bagian dari kewajiban kita sebagai khalifah di muka bumi ini untuk mengenal, menjaga dan merawatnya.

Allah menciptakan alam semesta beserta segala isi dengan ketidak ada batasan kekuasaan-Nya, sungguh tak ada satupun makhluk yang Allah ciptakan tidak bermakna dan bermanfaat. Kita hidup berdampingan satu sama lain, mengenal alam , belajar mencintai alam, mencoba lebih dekat hidup dengan alam.

Tugas sebagai penjaga sekaligus pemakmur alam raya, Manusia hendaknya berpegang terhadap kunci tersebut. Kenali Lingkunganmu hendak kamu Kenali dirimu sendiri. Mentafakuri dan mentadaburi atas segala apa yang telah Allah ciptakan. Kekuasaan tanpa batas, sesungguhnya tidak ada satu makhlukpun yang dapat menandingi Kuasa-Nya. Lemahlah dirimu dihadapan-Nya.

München 05 Mei 2012

Anak Muda

%d blogger menyukai ini: