* 5. Celotehan Anak Muda

” 2 HURUF  TERAMAT CANTIK – UN –

Dewasa ini Ujian Nasional menjadi momok yang wajib dirasakan oleh para pelajar khususnya mereka yang berada di posisi masa masa atau semestir akhir sekolah. Mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Rupanya singkatan yang sering kita dengar atau huruf yang amat cantik *UN* ini menjadi salah satu tujuan akhir favorit dikalangan siswa . Kerap kali diperbincangkan, selalu teringat terasa dimanapun dan kapanpun , bukan terlalu melainkan sesuai.

Ada kisah menarik atau sebaliknya dari hasil perlakuan si cantik UN ini, saat pembagian amplop dikala kelulusan tiba, sobek sampul amplopnya, buka lipatan kertasnya, perasaan campur aduk entah terharu, ceria, santai , tenang atau resah, yang dinanti bukan Kop surat diatas tujuan utama kita ingin cepat cepat  tertuju pada 1 atau 2 kata di tengah tengah isi surat itu, yang dimuat didalamnya, dengan tulisan yang amat rapih disertai hasil yang kita toreh. Ya,, satu kata saja cukup, jangan lebih ya Tuhan, Bagaimana reaksi kita saat mengetahui hasil pengorbanan waktu selama beratus ratus hari hanya untuk duduk manis mendengarkan seseorang di depan kelas menjelaskan materi ? tidak terhitung berapa kali jari jari ini menulis angka atau huruf hanya untuk memenuhi kertas kosong itu atau bermain main dengan telunjuk dan simanis jempol hanya untuk membuka halaman halaman buku bacaan.  Sorak tangis bahagia saat kita dapati kata *LULUS*, namun lainhalnya dengan mereka yang enggan mengucap sepatah katapun jikalau *TIDAK LULUS* yang mereka dapati. Hmm,,,

Bukan menjadi rahasia umum lagi, realita sekarang maraknya stasiun stasiun informasi atau dunia maya,  kita baca di koran tentang siswa yang bunuh diri karena dinyatakan tidak lulus, atau kita melihat di televisi bagaimana perasaan siswa saat kelulusan dan bukannya ceria melihat hasil tapi jatuh pingsan dan menangis saat mengetahui bahwa dirinya gagal . Pertanyaanya, siapa yang patut disalahkan, apakah pemerintah yang menetapkan tingkat kelulusan yang terlampau amat tinggi, sehingga target yang harus siswa raih tidak sesuai dengan jangka waktu persiapan atau pihak sekolah yang kurang optimal dalam memberikan materi pembelajaran, atau bahkan masalahnya ada pada diri siswa sendiri ? 

Permasalahn menyalahkan siapa itu tidak penting, yang jelas faktor intern di dalam diri siswa untuk menimba ilmu dan rajin belajar lah sebagai kunci utama nya. Namun, disamping itu peran serta guru dalam mendidik sesuai porsi dan fasilitas yang harus siswa dapatkan jangan pula diabaikan. Begitu pula peran  pemerintah dalam sistem penetapan kelulusan yang benar benar pas. 

Harapan besar yang pastinya kita idam idamkan semua, negeri ini menjadi salah satu negara dengan pencetak lulusan lulusan terbaik, cerdas dan bermanfaat. Semoga bisa terealisasikan. 

%d blogger menyukai ini: