* Salzburg – Austria – Mozart’s Heimatland

Assalamualaikum wr.wb,

Apa kabar kawan anak muda ? Rihlah untuk mentahribkan ramadhan baru dieksekusi hari sabtu tanggal 4 Agustus 2012. Kali ini sesi pengembaraannya ke kota Salzburg di negara Austria, masih bertetanggan dengan München dimana saya tinggal di Jerman. Hm,, sebenarnya untuk sampai ke Salzburg dari München hanya 2 jam saja dengan kereta. Padahal saya di München sudah sejak Oktober 2011 namun rezekinya lain, baru kesampaian kesana Agustus 2012 ini saat Ramadhan pula. Hehe,,

Setiap ada Ausflug kurang afdol kalau tidak ramai-ramai ditambah tiket kereta bisa lebih murah kalau rombongan. Saya berangkat dengan 3 teman super dari München, mas Adam kandidat Phd, Anisa eka putri kandidat Master dan teman kelasnya anisa dari China Alfred kandidat Master. Lantas saya sendiri ? Imam insha allah kandidat Bachelor hehe.

Rencana awal kita berangkat pukul 07:42 dengan menaiki Deutsche Bahn jenis RE – regional Express. Tapi karena anisa dan alfred datang terlambat terpaksa kita tunggu pemberangkatan kereta selanjutnya 08:48. Karena Salzburg terletak di perbatasan Jerman-Austria, jadi kita masih bisa menggunakan Bayern Ticket sampai sana. Sayang, Harga tiketnya naik jadi 38 Euro, bulan-bulan sebelumnya masih 29 Euro. Na ja, begitulah Bayern. Apalagi München, biaya hidupnya super duper.

Dengan dorongan Bsimillah seperti biasa, ekpedisi penjajahan di negeri lain dimulai. Salzburg we’re coming !!

selama di Kereta dari München sampai Salzburg ,terjadi percakapan ringan diantara kami berempat, karena Alfred gak bisa bahasa Indonesia , kita pakai bahasa Inggris sebagai pengantar. Saya agak sedikit ragu karena 3 dihadapan saya adalah mereka yang berlatar pendidikan super, 2 Master dan 1 Phd, Tuhan, saya sendiri baru lulus SMA, tapi untuk menjadi lebih baik saya rasa saya jangan malu dan harus menyesuaikan bahkan kalau bisa mengikuti. Insha allah sebentar lagi saya Bachelor amin.

Yuppi,,cukup menempuh 2 jam pukul 10:00 sampailah kami di negeri yang cukup kompliziert-memusingkan dalam urusan Visa. Hehe, Salzburg kita sudah sampai di AUSTRIA. Tjap, sedikit menjelaskan negeri ini. 

Mirable Garden

Republik Austria (bahasa JermanRepublik Österreich) adalah sebuah negara yang terkurung daratan di tengah-tengah Eropa Tengah dan junta militer pada masa depan. Berbatasan dengan Jerman dan Ceko di utara, Slowakia dan Hongaria di timur, Sloveniadan Italia di selatan, dan Swiss dan Liechtenstein di barat. Ibukotanya adalah Vienna. Austria terkenal dengan musik klasiknya.

Negara ini dahulu kala jauh lebih besar dan merupakan bagian dari kekaisaran Austria-Hongaria.

Austria adalah negara dengan sistem demokrasi representatif parlementer yang terdiri dari sembilan negara bagian federal, dan menjadi salah satu dari dua negara Eropa yang mendeklarasikan kenetralannya. Austria adalah negara anggota PBB (sejak 1955) danUni Eropa (sejak 1995). -wikipediaindonesia-

Salzburg adalah kota-terbesar keempat di Austria dan ibukota negara bagian Salzburg. Kota tua Salzburg (Altstadt) dengan arsitektur baroknya yang terkenal adalah salah satu pusat kota yang masih dipertahankan keasliannya di utara Pegunungan Alpen dan terdaftar sebagai Situs Kebudayaan Dunia oleh UNESCO pada 1997. Kota ini dikenal dengan alamnya yang sangat khas pegunungan Alp. Salzburg juga menjadi tempat lahir komponis terkenal Wolfgang Amadeus Mozart. Pada pertengahan abad ke-20, kota ini menjadi salah satu setting dalam film The Sound of Music yang juga menampilkan berbagai tempat-tempat terkenal dan khas di Austria. Dengan tiga universitasnya, Salzburg menjadi ibukota bagi Negara Bagian Salzburg dan juga menjadi daerah padat populasi pelajar atau mahasiswa.
Nama Salzburg artinya kurang lebih “Kota Garam”. Hal ini merujuk kepada pos bea yang pernah ada di kota ini pada Abad Pertengahan, di mana transportasi garam yang melewati kota ini harus membayar bea.

* Traffic in Salzburg

Hmm,meskipun sampai salzburg masih bisa pakai bayern ticket begitu pula dengan transportasi dalamnya, tapi untuk masuk ke museum dan tempat2 khusus harus beli ticket lagi, jadi kita beli Salzburg card, harganya 25 euro tapi untuk student dapat potongan jadi 23 Euro. Itu bisa dipakai untuk semua transportasi , masuk museum dan sejenisnya.

Tempat yang kita kunjungi pertama ialah Mirable Garden dan Castle nya. Ausgezeichnet . Excellent,menurut saya ini salah satu taman bunga terindah di dunia. dengan ukiran penempatan bunga yang teramat cantik dan mempesona, sangat romantis.

Ok, menelusuri jantung kota Salzburg di siang hari dengan cuaca bersahabat, asik juga meskipun sedang berpuasa, hanya Alfred yang tidak, No matter untuk rihlah ini semangat. Tempat menarik selanjutnya yaitu yuppi Mozart Wohnhaus ,Tjap pianis legenda  dan terkemuka dunia. Tempat ini dijadikan Mozart untuk menghabiskan kesehariannya, ada banyak peninggalan di dalamnya, baik itu piano, lukisan, ruangan-ruangandll, bangunannya masih ditata rapi dan masih menunjukan ciri khas seperi sedia kala. Kita bisa mengetahui penjelasan dan cerita dari barang-barang peninggalan Mozart dan keluarganya lewat Telepon Cerita yang disediakan saat masuk. Jadi kita hanya menekan nomer di telepon itu sesuai nomer barang-barang peninggalannya. Dengan sendirinya telepon itu akan bercerita. Menarik

* Mozartwohnhaus

Dulu masih mimpi tahu Mozart saja di televisi dan nggak pernah terbayangkan bisa menginjakan kaki di rumah kesehariannya di salzburg ini. Alhamdulillah maskaih ya Allah atas kesempatan luar biasa ini.

Dari Mozartwohnhaus, kita lanjutkan menyebrang sungai Salzach. Sungai ini melintang diagonal dari daerah Lehen barat laut ke Nonntal di bagian tenggara salzburg. Super, warna airnya jernih, ditambah panorama pasar terbuka di pinggir sungai dan variasi kapal pesiar kecil khas Salzburg. Wunderbar- jepretan demi jepretan keluar dari kamera dengan resolusi 14 Megapixel ini, hehe sayang kalau terlewatkan. Ahah di jembatan sungai Salzach ini kita juga menemukan tradisi orang Eropa dalam , Tjap kunci cinta bagi setiap pasangan yang ingin tetap langgeng. 2 kunci gembok  diikat di jaring2 jembatan dan ditulis sekehendak pasangan masing2. Di München tepatnya di Isartor juga kita bisa jumpai hal serupa.

* Salzach River

kita menuju tempat tujuan selanjutnya. Ternyata dari Mozart Wohnhaus tidak jauh ke tempat dimana tempat Mozart dilahirkan, Tjap Mozart Geburtshaus. Rumah Kelahiran Mozart. Penasaran karena tempat ini menjadi saksi sejarah dunia akan lahirnya sosok pianis yang akan mengubah dunia seni musik harmoni ini. Di luar rumah kelahiran Mozart ini disediakan resto dan tempat belanja lainnya, sangat ramai. Kita masuk dan seperti di Wohnhausnya, kita disediakan telepon cerita untuk mengetahui seluk beluk peninggalan di dalamnya. Beda dengan Wohnhaus yang lebih seidkit wah , Geburtshaus ini nampak seperti dulu, tembok dan lantai serta langit langit yang sudah agak retak dan tidak seimbang, mungkin pemerintah setempat sedikit membiarkan agak tekresan seperti aslinya. Disini kita bisa mengetahui sosok Mozart dan keluarganya. Banyak lukisan yang menjelaskan dimasa Mozart kecil dan keluarganya, bagaimana Mozart bercerita saat usia nya masih muda namun sudah mengenal dunia pianis dengan begitu apik, konser dan kesentuhannya dengan Eropa dan Dunia.

* Mozartgeburtshaus

Lama-lama berdiam diri di kediaman dan tempat kelahiran Mozart, rasanya seperti berada dalam genggaman sentuhan jari manisnya dalam mengharmonisasikan Lagu. Luar biasa.

Bekas jejak pengembaranku akhirnya tertapaki sudah, dari dulu hanya mendengar, melihat namun sekarang, terwujudnyatakan sendiri. Alhamdulillah. Hari sudah menjelang siang, sementara waktu kita hanya setengah jalan lagi, tempat selanjutnya yaitu Festung * Castle, Istana.

Ini yang menakjubkan, dari cover Program buku yang disediakan Salzburg Tourist, castle ini nampak begitu indah dan megah, berada di kawasan dataran tinggi Salzburg, dari pusat kota dimana kita tadi berada pula sudah terlihat. Langsung tanpa cerita, kita menuju tempat Bergbahn atau Kereta Gunung. Karena kita sedang berpuasa, kita putuskan untuk tidak hiking, hehe. Lagipula Salzburg card masih berlaku untuk ini, jadi daripada mubazir gunakan saja.

* Blick Sicht des Festungs Hohensalzburg

Yang saya kagumi dari Jerman mungkin di negara lain juga ada, tapi di Indonesia saya belum pernah jumpai, fasilitas kendaran darat di jalan atau untuk ke daerah pegunungan, sangat modern dan serba mudah. Sudah tersedia dan terjamin keselamatannya. Menuju ke puncak Festunghohensalzburg menggunakan Bergbahn menyentuh hari saya, selama perjalanan ke atas kita benar benar bisa melihat pemandangan dari berbagai view sudut kota Salzburg, Sangat memukau.

* Landscape from top of castle

Sampai di puncak, Yuhu spartan siap siap berkeliling Festung. bangunan nampak gagah dan megah, arsitek jaman aslinya masih nampak dan pastinya ditambah dengan sentuhan modern. Area di sekitar Festung dapat kita jumpai tempat makan, istirahat, dll. Ckreck,,, kamera 14 Megapixel ku kembali berulah, hehe, yang lain juga semangat bergantian memotret. Tidak lama lama menunggu di area luar Festung kita langsung masuk ke dalam,ingin tahu seberapa hebatnya orang dulu dalam membuat bangunan indah ini.

Top of Mountain

Dalamnya ternyata seperti yang kita duga sebelumnya, benar-benar klasik dan menawan, sepertihalnya Festung-Festung yang saya jumpai di beberapa kota Jerman yang lain, unik dan arsitektur gaia pembangunannya cantik. Meskipun sebagain sudah ada yang di renovasi dan dimodernisasikan. Kita bebas berkeliling di dalam Festung ini, karena tidak ada Guide yang memandu. Sudut tiap sudut akan kita jumpai ruangan-ruangan dan barang peninggalan saat kerajaan yang memerintah masa itu. Baik itu perlatan perang, alat keseharian rakyat, ruang berkumpul, museum dan lain sebagainya. Dari satu ruangan ke ruangan lain kita masuki mungkin kurang lebih selama 1-2 jam. Dan terkahir sebelum keluar dari Festung ini, kita menuju bangunan tertinggi , Top of Mountain – Castle , darisana kita bisa melihat seluruh View Salzburg hijau, dengan panorama yang sangat memukau. Subhanallah, begitu Indah ciptaan-Mu ya Allah, hanya dengan Qun kau hamparkan seberkas kekuasaan-Mu. Salzburg terlihat sangat jelas dari ketinggian tempat ini. Yuhu.

* Say Hallo Salzburg

Memanjakan mata dengan melihat lekuk kota Salzburg dengan begitu jelas, kita berempat memutuskan untuk turun dan menuju tempat terakhir, karena mengejar waktu pulang juga, jadi agak sedikit tergesa-gesa.

Hellbrunn menjadi sasaran selanjutnya. Sedikit berisitrahat sebari menunggu bis yang mengantrakan kita kesana, cukup 15 menitan dari pusat kota Residenz menuju Hellbrunn ini. Dari sedikit penjelasan di buku panduan, menarik juga tempat ini, ada sedikit sentuhan sejarah kerajaan juga. Dari namanya juga sudah terbayangkan, nuansa air di dalamnya.

* Hellbrunn palace

Tjap, bisa yang mengantarkan kita sudah sampai ke tempat tujuan, salzburg card masih berlaku masuk area ini,kita ditemani Guide untuk menjajah Hellbrunn ini, ramai ramai dengan rombongan lain.Seperti yang dibayangkan sebelumnya, memang benar tempat ini identik dengan Air, bisa dibilang Wisata Air, ada banyak kejutan dari setiap tempat yang kita jumpai, baik itu ruangan bekas kerajaan atau area luar yang di setiap sudutnya mengeluarkan air, meksipun secara manual di operasikan sama Guide, Hahah,,, keren,banyak yang terjebak tersemprot air dari area satu ke area lainnya. Refreshing jadi sebagai penyegaran. Sedikit mendengar penjelasan guide yang memandu kita, Hellbrunn ini juga bekas peninggalan salah satu kerajaan di Salzburg, namun Hellbrunn tidak seperti Festung yang memiliki banyak bangunan, lebih banyak memporsisr area taman dan bangunan luar saja. Menarik darimulai kita bisa melihat miniatur kerajaan, museum dan barang barang peninggalan sejarah, Tapi ya itu seperti biasa di setiap area yang kita liat dan masuki, pasti ada jebakan air untuk disemprotkan, Huhu,,

* We were sawing the water attraction from the Table

Sayang padahal kita masih ingin lebih berlama-lama disini, tapi hari semakin petang,lagipula harus mengejar kereta balik, Ya sudah kita akhiri dengan mengunjungi tempat terakhir Hellbrunn ini. Selain itu kita juga harus mengejar acara Buka bersama dengan PM3 di München jadi kereta pemberangkatan 18:00 adalah kereta terakhir. untung pas, Kita menaiki bis dengan jadwal terakhir dari Hellbrunn menuju stasiun Salzbug.

Hmm,,,, pengalaman menarik dan menakjubkan bisa berkeliling kota Salzburg,asyik dan luar biasa. Danke Allah, wegen dir ist mein Traum wirklich wahr. Terima kasih Salzburg, raga dan jiwamu jadi saksi pengembaraanku.

4 Agustus 2012 –  16 Ramadhan 1433 H

Imam Rahmansyah- Salzburg- Austria

%d blogger menyukai ini: