– I lost my Heart in Venice-Italy

26 Mei 2012 menjadi tanggal bersejarah dan berkesan karena bisa menginjakan kaki di lain tempat yang lebih indah dan menakjubkan. Pengembaraan selanjutnya ke Negeri Spaghetti-Pizza, yuhu,,berada di hati benua Eropa dengan bentuk negaranya yang seperti tangkai tak beraturan. TIdak jauh dari kota dimana saya tinggal di Munich-Jerman, hanya membutuhkan waktu 6 Jam sampai kesana, cukuplah ukuran Tasikmalaya-Jakarta, begitu kiranya.

Lalu, tujuan kota yang akan saya singgahi, kemankah ? Akh,, kota ini terkenal dengan transportasi air nya –Gondola dan yang lebih wah, konon dijuluki juga sebagai salah satu Ikon Festival Busana terindah di Dunia. Penasaran ?

Pusat Kota Venice dengan Aliran Utama Sungainya

Tja,, Venice-Italy , bahasa Italia: Provincia di Venezia) merupakan salah satu provinsi di Italia. Provinsi ini memiliki luas wilayah 2.467 km². Dengan memiliki jumlah penduduk sebanyak 829.418 jiwa (2001). Dengan kepadatan penduduk 336 jiwa/km². Provinsi ini terbagi menjadi 44 komunitas. Provinsi ini terletak di region Veneto. Venezia merupakan kota terbesar di provinsi ini – sumber WIkipedia

Saya berangkat dari Munich bertiga dengan kawan dan rombongan lainnya menggunakan Jasa Busreisen. BIsa dibilang cukup murah menggunakan Jasa Tagesfahren ini, hanya mengeluarkan kocek 45 Euro saja, tapi saat melintas Italy nanti, harus bayar lagi 8 Euro. Hmm gak papalah untuk sekedar refreshing. Waktu menunjukan pukul 07:00 teng, untungnya Cuaca amat bersahabat dengan dorongan Bismillah meluncurlah kami meninggalkan hiruk pikuk Munich for a while, Tjap,,mengasyikan pastinya,melewati kota kota yang mengubungkan Jerman-Austria-Italy. Sepanjang jalan melihat Sehenswürdigkeiten-Pemandangan menarik hati untuk memanjakan mata. Kebanyakan kami disuguhi alam bentang pegunungan, Subhanallah, begitu Indah Kuasa-Mu ya Allah, wahai Dzat yang Maha Pencipta.

Dengan bekal Roman karya Karl May yang saya bawa, salah satu pengarang terkenal Jerman setelah masa keemasan Goethe, menemani perjalanan yang ternyata tidak membutuhkan 6 Jam saja, melainkan hampir 8 Jam, rupanya terhendat macet , karena memang sedang weekend dan libur sekolah. Pastinya banyak sanak saudara menggunakan kesempatan untuk bepergian dan tamasya.

Akh, kurang lebih hampir seperempatnya lagi, di jalan Tol terpampang pamplet besar dengan tulisan Italy. Yuhu,,, ternyata sudah masuk Italy rupanya, tidak terpikirkan sebelumnya bisa masuk area asli Spaghetti dan PIzza , Tapi ini,echt-nyata. Kami bermaksud untuk rehat dulu sejenak di pom bensin. Kesempatan emas, yuhu keluarkan jurus andalan si Samsung 14,2 Megapixel untuk menjepretkan background Bukit Italy yang cukup memikat hati. Cheese,,,,

Yes, perjalanan dilanjutkan kembali, masih disuguhi dengan pesona alam yang memukau, akhirnya kami tiba di Venice. Gott Sei Dank ! Tempat yang pertama dikunjungi pemberhentian Bus wisata, nama tempatnya lupa,karena bahasa Italy. Spesifik tempatnya seperti pelabuhan dan area danau. Banyak Kanu- perahu wisata dan Kapal Pesiar.

Kapal Pesiar dengan Label Norwegia

Yang paling diacungkan jempol, transportasi yang menghubungkan dari tempat pemberhentian Bus wisata ke pusat kota itu menggunakan sejenis S-Bahn ,kereta jalan raya,  tapi ini diatas Danau Harga Ticketnya juga lebih murah daripada Jerman, cukup 1 Euro sekali jalan.

Tak berlama lama kami langsur meluncur ke pusat kota Venice setelah makan siang, namun kami berpisahan. Akh ja, kami hanya punya waktu 9 Jam an di Venice, dan balik lagi ke Munich tengah malam. Untungnya Eropa sudah masuk Summertime jadi sampai jam 9 nan juga hari masih terang.

Ok, sampai di jantung Venice dengan suguhan pertama seperti biasa, kesibukan orang Kota lalu lalang, dengan area pertokoan berjejeran dan halte halte Bus. Ini dia yang beda, karena sudah terbiasa di Jerman dengan kedisiplinan lalu lintas kalau menyebrang dan aturan berjalan dan berkendaraan, agak Kagok melihat Venice dengan keteraturan lalu lintasnya, rupanya serasa di Indonesia hehe,,kalau di Jerman harus nunggu sampai Ampfel berwarna hijau, terus para pengendara pun teratur kapan dan dimana harus berhenti. DI Venice ternyata lain, kita agak bebas nyebrang dan jalan dimana saja. Meskipun tidak semua di penjuru kotanya demikian. Ah,,dan ini dia yang menarik, tempat sampah umumnya di Venice dibuat sekreatif mungkin dan warna warni pula.

der Verkehr in Venice

Lanjutkan, menelusuri kota dengan julukkan Gondola ini sangat menyenangkan, sembari bertadabur alam, melintas jembatan yang dibawahnya dialiri sungai, rumah penduduk dan ciri khas perahu wisatanya. Arsitek bangunan khas Romawi yang masih begitu kental, Oh ja, karena Venice transportasi utamanya Kanu – sejenis perahu kecil pengantar jalan, maka sepanjang penjuru kota yang terlihat aliran sungai dimana mana. Ini yang membuat para pengunjung betah lama lama di sini. Suasananya nyaman, sejuk dan sangat pas untuk memanjakan mata.

Aliran sungainya hanyut, damai ,sesekali berombak karena dilintasi area wisata air Gondola. Ada juga orang orang yang menujukan aksi dayung bersama. Sangat memukau. Hmm,,,luar biasa Venice ini, akh ja Sepanjang menikmati aliran sungai, kami menyempatkan juga untuk melihat Stasiun Kereta Api utama kota ini, Dalamnya terlihat umum seperti Stasiun lainnya, menjalur rel kereta menuju kota kota kota di Itali. AKhh sempat miris juga melihat papan pemberangkatan, tertulis Roma, Madrid, Milan dkk, padahal dari Venice tinggal naik kereta, pastinya sangat dekat hehe. Cuman sayang kunjungan ini hanya sehari saja.

Stasiun Kereta Utama Venice

Puas berkeliling di area Stasiun , perjalanan dilanjutkan kembali di kota dengan julukan Karnaval Busana terindah di Itali ini. Oh ja, sedikit informasi, pusat kota Venice umunya memiliki jalur khusus pejalan kaki dengan area pertokoan dipinggirnya. Ini terbentang dari ujung ke ujung dengan di tengah2 kotanya dialiri sungai besar. Berbagai macam variasi jualan kerajinan khas Kristal dan souvenir Venice. Topeng, busana karnaval, topi pelaut, Gondola. dll. Serasa ingin membeli semuanya kalau terus terusan melirik toko toko ini. Heheh

Souvenir khas Venice

Tidak ketinggalan masakan khas Itali, Spaghetti dan Pizza asli hmm, yummi,, mammia lezatos. perfekto. Sepanjang jalan benar benar disuguhi area pertokoan, bangunan khas romawi, dan aliran anak anak sungai. Akh ja, karena penasaran,bagaimana rasanya naik Gondola, sempat bertanya ke salah satu pendayungnya. Dan harganya selangit euy, untuk 3 orang bisa sampai 80 Euro. Ijigileee,. Hmm berpikir, kok bisa semahal itu ya,,oh pantas saja, karena setiap Gondola mempunyai 1 pendayung saja dan rute nya juga lumayan jauh, benar saja, dari tadi melihat otot para pendayungnya super duper, karena sudah terbiasa. Yah, jadinya kami harus urungkan niat menaiki Gondola.Tak apa lah, melihatnya saja sudah bersyukur.

GONDOLA – WATER TAXI –

So, baru setengah perjalanan, kami sempatkan membeli beberapa souvenir untuk dibawa pulang, sebenarnya saya lihat lebih murah di tempat pemberhentian bus wisata kita, dilihat-lihat souvenirnya hampir sama juga toh kualitasnya, Hm,,tapi karena was was kurang tahu jam berapa, kalau dibelinya nanti pas pulang takut tutup, jadi sebagian besar dibeli saat ditengah perjalanan. Hm,,kalau masalah yang satu ini dari dulu pasti heboh. BIngung beli apa karena semuanya bagus dan akan menjadi kenangan kala nanti bahwa saya sudah ke tempat ini dan itu. Tapi apa mau dikata, kalau semuanya dibeli isi dompetnya ludes semua. Heheh,, ya sudah dipilih pilih saja , yang jelas souvenir ciri khas Venice. Postcard, topeng , miniatur Gondola, dll.

I’m Kapten

Kenyang dengan membeli beberapa souvenir, perjalanan dilanjut, melihat gerumulan orang berlalu lalang di sebrang jalan arah kita, kita sempatkan untuk menengok kesana. WUih,,ternyata ini tempat paling ramai di Venice, jembatan besar dengan perairan dibawahnya seperti pelabuhan kecil milik Gondola. Banyak Perahu dimana mana, aksi dayung bersama, permainan air dsb. AKhirnya kita putuskan untuk memanjakan mata dulu, sebari cekrek bersama. Kebetulan matahari sore terlihat terang dan suasana gemuruh kian menjadi , sorak sorai orang orang melihat aksi pertnjukan di permukaan air kian menantang. Yeah,,, sembari menelusuri sungai dengan kepadatan toko-toko yang sedang sibuk melayani pelanggan, Nikmat nya sekali hari cerah, suasana ramai dan pas untuk jalan-jalan-. Syukron,,

The corner of the Venice’s river

Also, karena hari semakin senja, kita putuskan untuk istirahat sebentar di tepian aliran sungai lain. Airnya agak tenang, sesekali berombak meskipun masih terlihat perahu melintas. Wih,,,,dengan suasana senja yang dijamin mendamaikan hati siapapun yang menikmatinya. Subhanallah walhamdulillah. Terlintas dalam benak dan pikiran, dulu,hanya sebatas keinginan dan impian semata , bisa untuk mengenal Itali lebih dekat, namun Allah telah mengqudratkan rupanya, bahwa itu bukan hanya sekedar impian lagi, tapi kenyataan yang sedang kamu alami,Mam😦 bersyukurlah atas apa yang Allah berikan,

Sore-sore Melepas Lelah di tepian Sungai .DAMAI

Rupanya berlama-lama duduk di senja tepian sungai Venice terasa ingin selamanya tinggal disana, tapi mengingat waktu dan perut yang harus sesegera diisi, beranjak kami bertiga melanjutkan perjalan arah balik. Kami menelusuri arah yang sama, karena takut salah kalau menelusuri jalan lain. Akh,,hari sudah gelap, kita putuskan untuk cari makanan, tertuju pada sebuah restauran dengan pamplet Bebek Food,,, hmm PIzza menjadi sasaran empuk untuk mengganjal perut. Harga nya tidak jauh beda dengan merek Mozarella seperti di München, 10 Euro 2 Stück dapat.

one NIGHT IN VENICE

YUhu,,,, hidangan makan malam sudah tersedia di depan mata, kita putuskan untuk makan di tepian sungai dekat Hauptbahnhof.Staisun kota Venice, lebih dekat ke jalur S-Bahn dimana kita akan menuju pemberhentian Bus. Dengan pemandangan malam Venice di tepian sungainya, Gedung berarsitekan romawi yang masih kental menemani makan malam kita yang teramat romantis di bawah rembulan dan gemerlap malam Venice. AKh,,,sayang andai ada pendamping resmi bisa menikmati kerudung malam penuh pesona . Heheh,,

ALhamdulillah, leckeres Essen, Pizza asli Itali emang lebih ngena daripada eksporan di Jerman atau Indonesia sekalipun, Aslli lezatos dan mama mia. Tjap kita putuskan untuk menuju pemberhentian bus. Dengan raut muka sedih, melambaikan tangan ke pusat kota Venice, tak disia siakan bersyukur dalam hati pada ILlahi atas segala nikmat dan karunianya yang terromankan di muka bumi ini. SUngguh luar biasa.

Say See you next Time again Venice,,

Sampai di pemberhentian Bus, dan eng ,,,, ternyata perkiraanku benar, itu pasar malam bukan toko yang hanya buka sampai jam 07:00 saja, so,,kita lihat lihat sebentar sebelum ke Bus, wih,,,perkiraanku benar pula, harganya lebih murah dan pedagangnya malah tergantung kita untuk takaran harga. Bebas,,ada diskon dll, jiahh,,,padahal sudah beli banyak tadi di pusat kota., Tapi tak apalah, mumpung masih ada di Venice, agar tidak penasaran, beli lagi kenang kenangan untuk dibawa pulang, Yuhu,,,, bisa ditawar sampai beberapa Euro, pedagangnya ternyata bisa bahasa Indonesia juga. Sedikit bermanja manja dengan souvenir Venice sebelum berpisah.

Hmm,,setelah puas dengan belanja lagi, akhirnya kira putuskan untuk pulang ke Bus yang sudah menanti berlet’s go ria balik ke München,hiks,,, padahal baru tadi tiba, harus pulang lagi. Dan ja,, teng 00:30 bus menancapkan gasnya mengakhiri pertemuan singkat dengan Venice, lambaianpun berirama dengan gerombolan lain menyudahi perkenalan indah denganmu -VENICE -ITALY.

Wassalam,,,,

Venice – Italy 26 Mei 2012

ANAK MUDA

%d blogger menyukai ini: